Di era teknologi informasi seperti sekarang ini banyak orang berkomunikasi melalui berbagai media di internet, ada yang melalui Facebook, Twitter, Whatssapps, Instagram, blog atau media sosial lainnya. Berbagai macam informasi dari berita, tips hingga olahraga juga tersaji di internet via media online. Nah Apa yang kita tulis di media-media sosial atau informasi yang telah dibuat oleh media online itu akan tersimpan selama tulisan tersebut belum dihapus dan media sosial atau media onlinenya masih eksis. Tulisan-tulisan yang tersimpan itu bisa dikatakan sebagai jejak digital yang bisa dilihat kembali saat kita menginginkannya. Jejak digital ini seringkali dijadikan bukti dalam suatu debat, perang komentar dan twitwar atau dijadikan sebagai sarana pengingat jika seorang tokoh atau orang biasa pernah menyatakan atau menulis sesuatu pada waktu dulu tapi tulisan atau pernyataaannya itu tidak sesuai dengan apa yang orang tersebut lakukan sekarang. Hal itulah yang kadang bisa bikin kita tersenyum.
Kita tinggalkan saja soal jejak digital seperti contoh di atas yang cenderung bermuatan politis, hha.., karena ada jejak digital yang sudah lama tidak saya kunjungi dan itu adalah blog lama saya, hehe.. Ya, blog yang diestablish, waduh bahasanya hehe.. Maksudnya blog yang dibangun pada Juni 2008. Saya larut dan tersenyum sendiri saat membaca postingan-postingan lama saya tersebut, masih sederhana, agak lebay dan terkesan cuek. Dan lebih tersenyum lebar lagi saat membaca komentar-komentar dari rekan blog yang kebetulan kebanyakan wanita, ehm.. Eh! Penasaran, saya tengok juga blog mereka, ternyata kebanyakan mereka berhenti atau sudah tidak buat artikel sampai tahun 2010. Saya menduga hal ini diakibatkan oleh boomingnya facebook, media sosial yang sampai sekarang menjadi media sosial terbesar. Bahkan media sosial sebelumnya yang bernama Friendster sampai gulung tikar oleh kemunculan facebook!
Sebagian blogger, terutama blogger yang senang bergaul dan komen-komen telah banyak meninggalkan dan jarang atau bahkan sudah tidak menulis di blog, mereka telah bermigrasi ke facebook. Sementara blogger yang memang hoby menulis biasanya masih bertahan meski facebook juga tak ketinggalan. Bahkan seiring berjalannya waktu, blogpun bisa menghasilkan uang dengan adanya google adsense, banyak blogger yang telah sukses dan menghasilkan banyak dolar lewat aktifitas menulisnya. Sayapun tertarik dan menggelutinya, Alhamdulillah berhasil mendapatkan profit meski belum sesukses blogger yang sudah mapan hehe..
Kembali ke masalah jejak digital, setelah membaca postingan dan komentar lama tersebut, seperti ada motivasi dan keinginan kembali untuk lebih rajin lagi menulis di blog, dan salah satunya dengan menulis artikel ini, mudah-mudahan ini bisa menjadi momentum untuk lebih baik lagi kedepannya, Bravo Blogger! Hehe..
Menelusuri Jejak Digital, Jadi Senyum Sendiri
4/
5
Oleh
Supriyono

